RANTING ITU PENTING

Tembok Kidul-www.muhammadiyahadiwerna.org, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Adiwerna melantik 9 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan 7 Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Ahad (9/10). Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB ini sekaligus dilangsungkan peresmian Masjid Ath Thoyibah. Masjid terbesar di Desa Tembok Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal ini diresmikan langsung oleh Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, Ketua PP Muhammadiyah periode 2010-2015. Hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal berserta ortom, dan disaksikan ribuan warga Muhammadiyah se Kabupaten Tegal.

Sebelumnya, lelaki yang akrab disapa Pak Din ini diarak menggunakan kereta kencana dari depan toserba Basa menuju lokasi pelantikan. Jebolan Pondok Modern Darussalam Gontor ini disambut meriah oleh siswa-siswi dari perguruan Muhammadiyah se Kecamatan Adiwerna. Ratusan warga Muhammadiyah juga antusias menyambut pria kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini. Dalam tausiyahnya Pak Din menjelaskan, ranting dan cabang adalah kelompok-kelompok mandiri yang dibentuk pimpinan Muhammadiyah di awal sejarah ormas ini. Pimpinan ranting dan cabang menjadi benteng terakhir Muhammdiyah bisa menyandarkan visi tentang amal saleh dan keikhlasan. ”Muhammadiyah besar dan bisa bergerak jika Pimpinan Ranting dan Cabang hidup,” kata lulusan Universitas Syarif Hidayatullah ini.

Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai ladang amal untuk berjihad. ”Dapat dikatakan pimpinan Muhammadiyah di level ini punya peluang lebih besar masuk surga dibanding pimpinan pada level diatasnya,” tambah Pak Din. Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengajak PRM se Indonesia untuk bangkit dan melantangkan gerakan dakwah. Selain itu, juga mengajak menaati dan teratur serta bertumpu pada sistem dan ketentuan organisasi. ”Banyak kelompok Islam lain yang belum memiliki sistem yang teratur. Dengan sistem itu maka dakwah yang dilantangkan akan tersampaikan.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Adiwerna ini memiliki 9 ranting yang jumlahnya mencapai 112 pimpinan. Ini sangat berpotensi maju menuju Muhammadiyah Adiwerna Berkemajuan,” terang pria yang juga pernah menjadi ketua IPNU Cabang Sumbawa. Menurutnya, berkemajuan itu tidak datar tetapi mendaki, melesat semakin tinggi. Maka harus optimis karena dengan banyaknya pimpinan ranting, dakwah di Adiwerna akan semakin berwarna. “Ranting itu penting, cabang itu berkembang, daerah itu berkah, wilayah itu sumringah sedangkan pusat itu melesat,” ucapnya. Menurutnya, ranting itu penting dan harus lebih lantang dalam berdakwah. Karena ranting itu berhadapan langsung dengan jamaah, dengan umat, dengan masyarakat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Traffic at a Glance

Tampilan Halaman 105

Days in Range 30

Average Daily Pageviews 4

Dari Hasil Pencarian 89

IP yang unik 84

30 menit terakhir 0

Hari ini 4

Kemarin 4