SEJARAH MUHAMMADIYAH CABANG ADIWERNA

 A. Sejarah berdirinya Pimpinan Cabang Muhammadiyah Adiwerna

Berdirinya muhammadiyah di Kecamatan Adiwerna bermula dari  pengajian yang dilaksanakan di desa Pesarean sekitar Tahun 1962. Salah satu tokoh yang memulai aktifitas pengajian tersebut adalah Bapak Makmuri yang kemudian menjadi Pimpinan Ranting Pesarean yang pertama sebelum berdirinya Muhammadiyah Cabang Adiwerna. Bapak Makmuri yang pernah tinggal di Solo ini kemudian membawa beberapa mubaligh Solo diantaranya Kyai Tufail dan seorang Mubaligh keturunan China bernama Hasan Basri (Hie An Bien) untuk mengisi Pengajian di desa Pesarean.

Sementara untuk wilayah kecamatan Adiwerna sendiri cikal bakal berdirinya cabang dimulai dari pengajian Jamiatul Amaliyah yang dipimpin oleh H Abdul Halim sejak tahun 1967 yang kemudian membangun sebuah gedung di wilayah Desa Tembok Banjaran sebagai tempat pengajian sekaligus pusat dakwah di wilayah kecamatan Adiwerna. Dari pengajian tersebut kemudian terbentuklah Pimpinan cabang muhammadiyah dengan pimpinan antara lain :

1.H, Abdul Halim 1967 s/d 1990

2.H. Abdullah Arifin 1988 s/d 2000 ( Karena H. Abdul Halim wafat pada bulan Agustus tahun 1988 maka pimpinan dilanjutkan oleh Wakil Ketua yaitu H. Abdullah Arifin)

3.H. Trijazuli 2000 s/d 2010 (2 Periode)

4.H. Fatkhuri 2010 s/d 2015

5.dr. H. Najmul Iman 2015 / 2020

selain itu terdapat tokoh-tokoh yang berjasa mengembangkan muhammadiyah di cabang adiwerna di awal berdirinya diantaranya adalah : H. Johar, H. Mabsus Thobiin, H Abdul Kafi Hasyim, H. Matsani Anwar, Kyai Fatkhuri Ambari, H. Sofwan Djazuli dan Muthohar

B. Gerakan Dakwah PCM

Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan dakwah selalu memulai gerakannya dari pengajian-pengajian yang kemudian dilembagakan dalam bentuk sebuah organisasi. Demikan pula dengan gerakan dakwah di Cabang Adiwerna memulai gerakannya dalam bentuk pengajian-pengajian untuk kemudian berkembang menjadi amal usaha atau berdirinya organisasi entah itu dalam lingkup desa (Ranting) atau kecamatan (Cabang).

Kegiatan pengajian yang sangat penting keberedaanya dalam awal pedirian Muhammadiyah di adiwerna yang pertama yaitu Pengajian di desa pesarean yang mendatangkan ulama dari Solo antarai Kyai Tufail dan Kyai Hasan Basri kemudian dilanjutkan secara rutin oleh H. Mustofa (Slawi). dari pengajian itulah kemudian muncul pendirian ranting pesarean. Yang kedua adalah pengajian Jamiatul Amaliyah yang bertempat di gedung muhammadiyah tembok banjaran yang kemudian menjadi komplek SMP muhammadiyah adiwerna.

Selanjutnya pengajian diadakan baik oleh Cabang dalam bentuk pengajian rutin yang saat ini dilakukan 2 minggu sekali dan Kuliah Subuh tiap Ahad pagi yang tadinya dilaksanakan di Komplek Perguruan SMP Muhammadiyah Adiwerna kemudian dipindah ke Gedung Pertemuan Panti Asuhan Zaenab Masykur, maupun oleh 8 ranting muhammadiyah yang masih aktif sampai sekarang.

Selain berupa pengajian gerakan dakwah muhammadiyah di Cabang adiwerna juga dilakukan dalam bentuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha yang awal mulanya dilaksanakan SMP N 1 Adiwerna kemudian dipindah ke Lapangan Desa Tembok Banjaran, dan Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shodaqoh dari warga muhamamadiyah.

C. Perkembangan Ranting

Sejak berdiri hingga saat ini Pimpinan cabang Muhammadiyah Adiwerna mempunyai 8 ranting yaitu :

1. PRM Pesarean

Merupakan PRM yang terbentuk pertama kali bahkan sebelum berdirinya cabang Adiewerna yaitu pada tahun 1962 dengan pimpinan ranting Bapak Makmuri dan dilantik oleh PDM  Kota Tegal yaitu H. Maskur sekaligus melantik  Pemuda Muhammadiyah ranting yang dilakukan oleh Ketua PDPM kota Tegal yaitu Mughni Hasan sedangkan yang mengisi pengajian saat  pelantikan PRM Pesarean adalah H. Kusnendar.

Saat ini PRM Pesarean telah memilik 2 buah AUM yaitu TK ABA dan SD Muhammadiyah Pesarean.

2. PRM Tembok Lor

Sebagai salah satu ranting yang awal berdiri sejak berdirinya Cabang Muhammadiyah di Adiwerna sekaligus tempat tinggal salah satu pimpinan muhammadiyah cabang Adiwerna yaitu H. Abdul Halim, PRM Tembok lor saat ini mempunyai beberapa amal usaha diantaranya sebuah Madrasah Ibdtidaiyah dan  PAUD serta Masjid Al Islah sebagai pusat dakwah di Ranting Tembok Lor.

3. PRM Ujungrusi

Saat ini PRM Ujungrusi mempunyai sebuah Gedung pertemuan yang juga difungsikan sebagai PAUD dan setiap tahun mengadakan Sholat Id sendiri bertempat di halaman Gedung Dakwah Ujungrusi

4. PRM Tembok Luwung

PRM Tembok luwung saat ini telah mempunyai sebuah Masjid  yaitu Ru’yatul Hilal sebagai pusat Dakwah selain itu juga terdapat Gedung TK dan Paud

5. PRM Tembok Kidul

PRM Tembok Kidul saat ini mempunyai sebuah gedung pertemuan dan PAUD disamping sebuah Masjid yang cukup megah telah dibangun sebagai pusat dakwah persyarikatan di Ranting Tembok Kidul

6. PRM Tembok Banjaran

Ranting Tembok Banjaran saat ini mempunyai 2 pusat kegiatan keagamaan yaitu wilayah Tembok Banjaran sebelah Selatan yang dikenal dengan Al Falah mempunyai satu Gedung serbaguna, Sebuah AUM berupa PAUD dan sebuah Masjid sebagai pusat Dakwah sementar di Bagian Utara kegiatan pengajian dipusatkan di Masjid Al Masykur Komplek SMP Muhamamdiyah  Adiwerna.

7. PRM Adiwerna

PRM Adiwerna saat ini mempunyai Amal usaha berupa 2 buah  TK yang bernama “TK Paud Aisyiyah Permata Hati” yang sekaligus sebagai gedung pertemuan  dan PAUD Ringing ireng selain itu juga terdapat Masjid AT Taqwa Ringing Ireng sebagai pusat Dakwah di wilayah Adiwerna dan sekitarnya.

8. PRM Lemah Duwur.

PRM Lemah duwur mempuyai amal usaha beruap sebuah  Panti Asuhan Putra Muhammadiyah.

D.      Perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah di PCM

1. SD Muhammadiyah Pesarean

SD Muhammadiyah Pesarean merupakan sekolah muhammadiyah pertama di Kecamatan Adiwerna. Pendirian sekolah ini diawali dan dimotivasi oleh keresahan dan keprihatinan salah satu  warga  Pesarean yaitu Ibu Daunah (Ibunda dari Bapak Djazuli) yang melihat banyaknya anak-anak usia sekolah yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena satu-satunya sekolah tempatnya cukup jauh dari lingkungan yang ada, sehingga beliau merelakan sebagian rumahnya sebagai tempat pendidikan yang waktu itu masih non formal. Baru kemudian  pada tahun 1962 seiring dengan berkembangnya paham muhammadiyah di desa Pesarean tempat pendidikan tersebut berubah menjadi SD Islam kemudian ketika berdiri PRM  Pesarean SD Islam diubah namanya menjadi SD Muhammadiyah Pesarean pada tahun 1965 sampai sekarang.

 

 

 

 

 

 

Pada awalnya SD Muhammadiyah Pesarean mempunyai siswa 12 orang dan menempati gedung yang didapat dari wakaf. Perkembangan selanjutnya karena keterbatasan lahan untuk pengembangan maka Pimpinan cabang akhirnya memindahkan lokasi SD ke tanah wakaf milik H. Djazuli dan keluarga sampai sekarang.

2.PGA (Program IV tahun)

Pendidikan Guru Agama (PGA) adalah lembaga pendidikan pertama yang dimiliki oleh pimpinana cabang muhammadiyah adiwerna selain TK Aisyiyah Adiwerna. Diawali dengan adanya progam dari pemerintah dalam hal ini kawedanan adiwerna untuk membuat Sekolah Menengah Pertama yang kemudian direspon oleh warga muhammadiyah yang waktu itu masih dalam bentuk pengajian Jamiatul Amaliyah yang dipimpin H Abdul Halim dalam bentuk bantuan untuk proses pembebasan tanah dan pendirian  SMP yang sekarang menjadi SMP N 1 Adiwerna. Akan tetapi bantuan tersebut dilakukan dengan syarat warga muhammadiyah diperbolehkan menggunakan fasilitas gedung SMP adiwerna untuk kegiatan persyarikatan berupa pengajian, sholat id dan sekolah Pendidikan Guru Agama yang operasionalnya dimulai sejak tahun 1973. Hingga pada saat SMP berubah setatusnya menjadi Negeri maka proses belajar mengajar kemudian dipindahkan ke Gedung yang berada di sampingnya dan pada akhirnya dikenal masyarakat sebagai PGA Muhammadiyah. Setelah pindah terjadi penurunan siswa sehingga akhirnya PGA ditutup pada tahun 1977  dan akhirnya digantikan dengan SMP Muhammadiyah Adiwerna.

3. SMP Muhammadiyah Adiwerna

Pada tahun 1977 telah berdiri SMP Muhammadiyah Adiwerna, yang sebenarnya adalah alih fungsi dari PGA Muhammadiyah, kemudian MTs dan akhirnya menjadi SMP Muhammadiyah Adiwerna, yang pada waktu itu ijin pendirian belum dimiliki, sehingga untuk mengikuti Ujian yang pertama pada tahun 1979/1980 menginduk di SMP Negeri 01 Adiwerna, dengan jumlah siswa 12 orang, disusul ujian yang kedua tahun 1980/1981  tetap masih menginduk pada SMP Negeri 01 Adiwerna dengan jumlah siswa 23 yang mengikuti ujian Lulus 20 orang.

Maka untuk itu segera mengajukan permohonan Pendaftaran/Pendirian SMP Muhammadiyah Adiwerna, dengan No. E.1/09/I/1981 tertanggal 10 September 1981/11 Dzulqoidah 1401 yang ditujukan kepada Bapak Kepala Bagian Perencanaan Bidang PMU Kantor Wilayah Departeman P dan K Propinsi Jawa Tengah di Semarang. Dan telah mendapat Rekomensi Pendirian dari :

a.Kepala Kantor Departeman P dan K Kabupaten Tegal yang ditandatangani oleh Bapak Drs. IMAM SUDJAKI, BA. Dengan No. 5153/II03.28/I.81 tanggal 02 Nopember 1981

b.Bupati Kepada Daerah Tk. II Tegal yang ditandangani oleh Bapak HASYIM DIRDJOSOEBROTO tanggal 09 Nopember 1981.

Maka diakuilah SMP Muhammadiyah Adiwerna secara syah sebagai sekolah swasta :

a.Oleh Kepala Kantor Wilayah Dep. P dan K Propinsi Jawa Tengah Kepala Bidang PMU dengan nomor : 024/I.034/SWT/M.81 tanggal 3 Desember 1981 yang ditandangani Bapak DRS. R.M. SOEPOMO.

b.Oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Sekolah Swasta dengan Nomor Data Sekolah : C07052002 tanggal 1 Juli 1986 yang ditandatangani Bapak Drs. KOESTIDJO.

c.Oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendidikan pengajaran dan Kebudayaan No. E.2/02.039/VII.PP/84/85. tanggal 12 Dzulqo’dah 1404 H/9 Agustus 1984, yang ditandangani Ketua HS. PRODJOKUSUMO dan Sekretaris Drs. HAIBAN HS.

Dari sejak beridirnya SMP Muhammadiyah Adiwerna  hingga sekarang dipimpinan oleh kepala sekolah yang dijabat oleh :

a. Bapak H. Abdul Wahid Mansyur, BA. ( Tahun 1977 – 2003 )

b. Bapak Imam Rosyadi, S.Ag. ( Tahun 2003 – Sekarang )

c. Bapak Turrachman, S.Pd.I. ( mulai 18 Januari 2014 – Sekarang )

Dari kepimpinan SMP Muhammadiyah sejak dijabat oleh Kepala Sekolah tersebut di atas, sudah mengalami akreditasi sebagai berikut :

Status Akriditasi “Diakui” dengan SK Nomor : 359/I03/H/1985 tanggal 31 Desember 1985 yang ditandatangan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah Drs.  SOEJATTA. Sedangkan Piagam Jenjang Akreditasi

“Diakui” ditandatangani oleh Prof. Dr. HASAN WALINONO Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Jakarta. Nomor Piagam : B 03.0588  tanggal 25 Februari 1986.

Status Akriditasi “Diakui” dengan SK Nomor : 405/I03/H/1990 tanggal 31 Desember 1990. yang ditandatangan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah SUWARDI. Sedangkan Piagam Jenjang Akreditasi “Diakui” ditandatangani oleh Drs. SARDJONO SIGIT An. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Sekolah Swasta Jakarta.  dengan nomor Piagam : B 03.1646  tanggal 9 Januari 1991.

Status Akreditasi “Diakui” dengan SK Nomor : 147/I03/I/1996 tanggal 3 April 1996. yang ditandatangan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah Drs. KOESNO. Sedangkan Piagam Jenjang Akreditasi “Diakui” ditandatangani oleh Drs. UMAEDI, M. Ed. An. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Sekolah Swasta Jakarta.  dengan nomor Piagam : B 03.2668 (U)  tanggal 6 Mei 1996.

Status Akreditasi “B” dengan SK. Serrtifikasi Akreditasi Sekolah . Nomor  : 80/BAS/XII/2006 tanggal 30 Desember 2006 yang ditanda tangani oleh Ketua Badan Akreditasi Sekolah Kabupaten Tegal H.  SAMSURI GANDHAKUSUMA, SH. Jumlah Nilai 78,23.   

Akreditasi Tahun 2010 Status Akreditasi memperoleh Peringkat Terakreditasi (B)Dari Badan Akreditasi Nasional/Madrasah (BAN-S/M) yang ditetapkan di   Semarang pada tanggal 9 November 2010 oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah Jawa Tengah dan ditandangani oleh Bapak Drs. H. SUBARJO, M.M. sebagai Ketua dengan jumlah nilai hasil Akreditasi adalah 84. Sertifikat Akreditasi Tahun 2010 ini berlaku sampai dengan tahun pelajaran 2015/2016.

4.  SMK Muhammadiyah Adiwerna

SMK Muhammadiyah adiwerna resmi berdiri berdasarkan SK pendirian yang dikeluarkan Majelis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Nomor 1/003/PDM.MPK/IX/1990  tangga 19 September 1990 dan menempati gedung SMP Muhammadiyah Adiwerna sampai dengan tahun 1998 untuk kemudian pindah ke Gedung yang berada di Jl Raya Ujungrusi II . awalnya SMK / SMEA muhammadiyah adiwerna mempunyai 3 jurusan yaitu

 

a. Akuntansi

b. Administrasi Bisnis

c.  Manajemen perkantoran

Namun karena kurangnya peminat selanjutnya hanya tersisa satu jurusan yaitu Akuntasi, baru pada tahun 2007 membuka jurusan Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif) dan pada tahun 2015 menambah satu jurusan lagi yaitu Animasi.

Selama berdirinya SMK Muhammadiyah Adiwerna telah mengalami beberapa Akreditasi diantaranya:

a. Jenjang Akreditasi “ DIAKUI” melalui Keputusan Direktur  Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah No 79/C.C7/Kep/PP/2000 tanggal 3 Mei 2000.

b.Terakreditasi B (Baik) melalui Keputusan Rapat Badan Akreditasi Sekolah Provinsi Jawa Tengah tanggal 12 Desember 2007 untuk Program Keahlian Akuntansi.

c. Terakreditasi B (Baik) melalui ketetapan Badan Akreditasi Sekolah Provinsi Jawa Tengah tanggal 24 Oktober 2012 untuk Program Keahlian Akuntansi.

d. Terakreditasi B (Baik) melalui ketetapan Badan Akreditasi Sekolah Provinsi Jawa Tengah tanggal 24 Oktober 2012 untuk Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan

5. SD Muhammadiyah Budi Mulia

Berawal dari keinginan untuk membuat sebuah sekolah muhammadiyah yang baik dan bermutu ditambah adanya bantuan dari Keluarga Besar H Ali dipelopori oleh H. Agus Trijazuli selaku pimpinan cabang muhammadiyah pada saat itu, H Fatkhuri sebagai bendahara dan Bapak Dimyati selaku Ketua Majelis Dikdasmen menginisiasi berdirinya SD Muhammadiyah dengan bekerja sama dengan SDIT “Budi Mulia 2” Yogyakarta yang berada dibawah naungan yayasan yang dipimpin oleh Bapk Amin Rais. Sebagai wujud dari kerjasama terlebih dahulu diberangkatkan 4 Guru untuk magang yang kemudian secara operasional SD IT “Budi Mulia” Muhammadiyah yang kemudian berganti nama menjadi SD Muhammadiyah “Budi Mulia” mulai menerima siswa pada tahun 2004 dan sampai saat ini perkembangannya sangat pesat dengan prestasi yang banyak.

6. Panti Asuhan Muhammadiyah Zaenab Masykur

Panti Asuhan Muhammadiyah Zaenab Masykur diawali pendiriannya oleh adanya keinginan dari seorang Aghniya bernama Hj. Zaenab yang ingin mewakafkan tanah sekaligus bangunan untuk membuat sebuah Panti Asuhan untuk kemudian hal ini ditindaklanjuti dengan pembangunan Gedung panti asuhan yang sekaligus juga digunakan sebagai gedung pertemuan dan tempat kegiatan persyarikatan.

E.Perkembangan Ortom Muhammadiyah di Adiwerna.

Dikarenakan minimnya sumber informasi maka penyusun untuk sementara belum bisa memaparkan dengan benar latar belakang dan periodisasi ortom yang ada di Adiwerna. Hanya bisa menemukan dari data berupa hasil keputusan Musycab beberapa tokoh yang tercatum antara lain: Periode Muktamar ke 41 –  42  (1985 – 1990) terdapat kepengurusan diantaranya :

1. Pimpinan Aisyiah : H Hasanah, Chunaenah,Kapsah, Suhaeni, H Lutfiyah, Rispaeni, Latfah, Daun, dan Rosidah.

2. Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah : Masturoh Thoyib, Umi Kulsum, Churotul aeni, Siti Chalimah, Windiyani dan H Lutfiyatun.

3. Pimpinan Pemuda Muhammadiyah : Mutasik Putu Jaya, M, Taufik, Thoridin, Mujtahid B. A., M. Makdum, Sumari Adi BA, Abdullah Mufid, Saefulloh, dan Kwe Hin kwi (Hidayatullah).

F. Tokoh Inspiratif

Diantara beberapa tokoh kunci pendirian Cabang Muhammadiyah di Adiwerna antara lain

Makmuri (Ketua PRM Pesarean) berjasa memasukkan idiologi Muhammadiyah melalui mubaligh-mubaligh yang didatangkan dari solo yang pada akhirnya membuka pintu bagi berdirinya Ranting yang pertama yaitu Ranting pesarean beserta amal usahanya.

Abdul Halim beliau adalah Tokoh dibalik pendirian Muhammadiyah di Cabang Adiwerna yang dimulai dari adanya pengajian Jamiatul Amaliyah juga berjasa memimpin roda organisasi muhammadiyah sejak tahun 1960 an sampai dengan akhir hayatnya di tahun 1988. Satu hal yang dikenal orang dari beliau menurut beberapa sumber adalah kegemarannya bersilaturahmi baik kepada orang yang suka maupun tidak suka dengannya tak heran oleh masyarakat di desanya yaitu Tembok Lor beliau pernah diamanati menjadi Lurah. Hal lain yang bisa dijadikan tauladan adalah kesukaanya untuk berderma baik tenaga, harta termasuk beberapa tanah yang beliau wakafkan dan masih dapat dinikmati manfaatnya sampai sekarang antara lain : tanah SMP Muhamamdiyah Adiwerna dan Masjid Al Ishlah Tembok lor, bahkan beliau sempat merelakan salah satu rumahnya untuk tempat belajar-mengajar sementara ketika gedung SMP Muhammadiyah dilakukan renovasi sehingga kekurangan ruangan kelas.

Abdul Kafi Hasyim yang merupakan adik dari H Abdul Halim beliau berjasa mengembangkan pendidikan di wilayah Adiwerna mulai dari PGA, SMP yang sebelumnya MTs, TK ABA dan SMK Muhammadyah Adiwerna.

Hj Hasanah beliau berjasa mengembakan Aisyiyah an Nasyiatul Aisyiyah di Cabang Adiwerna bahkan ketika cabang di amanati mengelola RB yang kemudian menjadi cikal bakar RSI Muhammadiyah Kabupaten Tegal beliau rela mencari dana guna pembangunan dan pengambangan RB tersebut. Terakhir ketika Cabang mendirikan Panti Asuhan beliau juga aktif menjadi pengurus panti asuhan.

Demikian Sebuah Catatan Sejarah yang baru bisa tim hadirkan dan semoga bisa menjadi catatan berharga untuk perkembangan persyarikatan Muhammadiyah di Kecamatan Adiwerna.

Tim Penyusun : Syaiful Imam,ST, Iqbal Kismoro,Sukri Sutardi,Turrahman,S.Pd.I

Nara sumber diantaranya :

Bapak H. Abdullah Arifin, Bapak H. Djazuli, Bapak H Muthohar, Bapak Zaenudin, Bapak Dasori, Bapak Ahmad Muhtaroji,Bapak H. Agus Tri Jazuli dan pihak lain yang ikut memberikan informasi

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Traffic at a Glance

Tampilan Halaman 112

Days in Range 30

Average Daily Pageviews 4

Dari Hasil Pencarian 94

IP yang unik 88

30 menit terakhir 0

Hari ini 0

Kemarin 7