Spirit Al Maun “Pelayanan di Rumah Sakit jangan diskriminasi, senyum Juga jangan diskriminasi”

Adiwerna, pada Hari Sabtu 11 Desember 2020 bertempat  di komplek RSI PKU Muhammadiyah Kab. Tegal  Gedung Zam Zam  berlantai 5 diresmikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof.DR H. Haedar Nashir,M.S.I turut hadir pada acara tersebut  Hj. Umi Azizah Bupati Tegal,Prof DR Masruri,M.Pd Ketua PW. Muhammadiyah Jateng, H. Arif Azman Ketua PD. Muhammadiyah Kab Tegal, Ketua MPK  Pusat Agus Samsudin, KH. Khambali Utsman Syuriah PC NU Kab.Tegal, para Pimpinan Daerah dan Direktur Rumah Sakit, Jajaran Forkompinda, Jajaran Forkompincam dan tamu undangan lainnya.

Muhammadiyah saat ini terus berkembang dan  semakin berkembang  ada sekarang ini 45 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah se Jawa Tengah itu belum termasuk klinik-klinik  yang tersebar hampir diseluruh penjuru Jawa Tengah, perguruan tinggi sekarang ada 25 perguruan tinggi Muhammadiyah ada 89 Sekolah Dasar Muhammadiyah 286 SMP Muhammadiyah 42 SMK Muhammadiyah 7 SMP Muhammadiyah 11 Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 21 Madrasah Aliyah Muhammadiyah kemudian 438 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah lalu 33 Pondok Pesantren Muhammadiyah sebagaimana disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Jawa Tengah Prof.DR. Masruri M.Pd “ insya Allah kita Muhammadiyah di Jawa Tengah mengikuti kebijakan dari pimpinan pusat Muhammadiyah untuk terus berkontribusi memberikan amal nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui amal amal usaha yang sudah ada dan terus berkembang di wilayah provinsi Jawa Tengah ” tegasnya.

Pada saat menyampaikan sambutan Hj. Umi Azizah Bupati Tegal mengatakan Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi Islam yang tertua di Indonesia melalui gerakan kebaharuannya telah membawa dampak positif terhadap kemajuan di Indonesia. Bukan hanya dalam kehidupan beragama akan tetapi kehidupan sosial budaya yang revolusioner terutama di bidang pendidikan dan kesehatan Dan kami Pemerintah Kabupaten Tegal sangat merasakan itu hal yang telah dicapai oleh PD Muhammadiyah Kabupaten Tegal tidak terlepas dari kebersamaan sinergi seluruh elemen.

“ Muhammadiyah serta kebersamaan dengan seluruh warga masyarakat Kabupaten Tegal. Dan yang sangat kita rasakan adalah inovasi kreatif pendirinya yaitu Bapak Kyai Haji Ahmad Dahlan yang mana beliau dengan sangat terbuka membuka wawasan baru di dunia Islam di tanah air Indonesia tercinta Ini ” ujarnya dengan penuh hangat`

Bupati berpesan pada direktur ,seluruh direksi dan karyawan RSI agar dalam melayani pasien jangan ada diskriminasi termasuk dalam memberikan senyum juga jangan pilih kasih, semua diberikan senyum dan pelayanan yang sama.

Pada kesempatan itu juga sebelum Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan kata sambutan dibagikan Kartu Sehat bagi sebelas tokoh dari  muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tegal diterima secara simbolis oleh KH. Mudzakir Fauzi dari tokoh Muhammadiyah dan KH. Khambali Ustman dari Tokoh dari Nahdlatul Ulama untuk dapat digunakan bila sakit mendapatkan pelayanan paripurna dari RSI PKU Muhammadiyah Kab.tegal.

Peresmian Gedung Zam –Zam RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PP. Muhammadiyah Prof.DR.Haedar Nashir,M.Si

Gedung ZAM –Zam bediri dengan 5 Lantai yaitu Lantai  1 berfungsi sebagai poliklinik terpadu,laboratorium,rekam medik dan farmasi dengan nama KH. Mas Mansyur , lantai 2 difungsikan untuk ruang VVIP dengan jumlah 6 Tempat Tidur dilengkapi Roof garden dengan nama ruang Ki Bagoes Hadikusumo, Lantai 3 untuk ruang VIP dengan 21 Tempat Tidur diberinama rauang KH. Faqih Usman,Lantai 4 juga untuk ruang VIP dengan 21 Tempat tidur dengan nama KH. A.R Fachrudin,Lantai 5 untuk ruang operasi sejumlah 4 ruangan dan VIP dengan jumlah 11 Tempat tidur diberi nama KH.Azhar Basyir.

Adiwerna, pada Hari Sabtu 11 Desember 2020 bertempat Gedung Zam Zam di komplek RSI PKU Muhammadiyah Kab. Tegal  diresmikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah H. Haedar Nashir,M.S.I turut hadir pada acara tersebut  Hj. Umi Azizah Bupati Tegal,Prof DR Masruri,M.Pd Ketua PW. Muhammadiyah Jateng, H. Arif Azman Ketua PD. Muhammadiyah Kab Tegal, Ketua MPK  Pusat Agus Samsudin, KH. Khambali Utsman Syuriah PC NU Kab.Tegal, para Pimpinan Daerah dan Direktur Rumah Sakit, Jajaran Forkompinda, Jajaran Forkompincam dan tamu undangan lainnya.

Muhammadiyah saat terus berkembang dan  semakin berkembang  ada sekarang ini 45 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah se Jawa Tengah itu belum termasuk klinik-klinik  yang tersebar hampir diseluruh penjuru Jawa Tengah, perguruan tinggi sekarang ada 25 perguruan tinggi Muhammadiyah ada 89 Sekolah Dasar Muhammadiyah 286 SMP Muhammadiyah 42 SMK Muhammadiyah 7 SMP Muhammadiyah 11 Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 21 Madrasah Aliyah Muhammadiyah kemudian 438 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah lalu 33 Pondok Pesantren Muhammadiyah sebagaimana disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Jawa Tengah Prof.DR. Masruri M.Pd “ insya Allah kita Muhammadiyah di Jawa Tengah mengikuti kebijakan dari pimpinan pusat Muhammadiyah untuk terus berkontribusi memberikan amal nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui amal amal usaha yang sudah ada dan terus berkembang di wilayah provinsi Jawa Tengah ” tegasnya.

Pada saat menyampaikan sambutan Hj. Umi Azizah Bupati Tegal mengatakan Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi Islam yang tertua di Indonesia melalui gerakan kebaharuannya telah membawa dampak positif terhadap kemajuan di Indonesia. Bukan hanya dalam kehidupan beragama akan tetapi kehidupan sosial budaya yang revolusioner terutama di bidang pendidikan dan kesehatan Dan kami Pemerintah Kabupaten Tegal sangat merasakan itu hal yang telah dicapai oleh PD Muhammadiyah Kabupaten Tegal tidak terlepas dari kebersamaan sinergi seluruh elemen

“ Muhammadiyah serta kebersamaan dengan seluruh warga masyarakat Kabupaten Tegal. Dan yang sangat kita rasakan adalah inovasi kreatif pendirinya yaitu Bapak Kyai Haji Ahmad Dahlan yang mana beliau dengan sangat terbuka membuka wawasan baru di dunia Islam di tanah air Indonesia tercinta Ini ” ujarnya dengan penuh hangat`

Bupati berpesan pada direktur ,seluruh direksi dan karyawan RSI agar dalam melayani pasien jangan ada diskriminasi termasuk dalam memberikan senyum juga jangan pilih kasih, semua diberikan senyum dan pelayanan yang sama.

Pada kesempatan itu juga sebelum Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan kata sambutan dibagikan Kartu Sehat bagi tokoh- tokoh muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tegal untuk dapat digunakan bila sakit mendapatkan peayanan paripurna dari RSI PKU Muhammadiyah Kab.tegal.

Peresmian Gedung Zam –Zam RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PP. Muhammadiyah Prof.DR.Haedar Nashir,M.Si

Gedung ZAM –Zam bediri dengan 5 Lantai yaitu Lantai  1 berfungsi sebagai poliklinik terpadu,laboratorium,rekam medik dan farmasi dengan nama KH. Mas Mansyur , lantai 2 difungsikan untuk ruang VVIP dengan jumlah 6 Tempat Tidur dilengkapi Roof garden dengan nama ruang Ki Bagoes Hadikusumo, Lantai 3 untuk ruang VIP dengan 21 Tempat Tidur diberinama rauang KH. Faqih Usman,Lantai 4 juga untuk ruang VIP dengan 21 Tempat tidur dengan nama KH. A.R Fachrudin,Lantai 5 untuk ruang operasi sejumlah 4 ruangan dan VIP dengan jumlah 11 Tempat tidur diberi nama KH.Azhar Basyir.

Dalam sambutan Haedar Nashir menyampaikan bahwa Siapa yang tidak sakit ketika dibilang sebagai pendusta agama, itu setara dengan mendengar kesadaran orang tidak cukup dingatkan. Bahwa kita menjadi pendusta agama bila terhadap mereka yang fakir, miskin, kaum dhuafa dan terlantar dilakukan pembiaran.

Muhammadiyah yang berdiri pada tahun 1923 pada awal – awalnya yang di kerjakan mendirikan lembaga pendidikan kemudian membangun rumah sakit lalu membangun rumah-rumah yatim atau panti asuhan dan gerak  pelayanan sosial lainnya.

Peran yang dilakukan Muhammadiyah sebagai rumah umat menjadikan  masyarakat yang sehat lahiriah dan bathiniyahnya. Disamping harus makmur, sejahtera dan inilah yang juga menjadi bagian dari misi Islam sebagai rahmatan lil alamin  Hal ini harus masuk dalam alam pikiran di lingkungan umat Islam.

Ditambahkan bahwa Perlu menjadi catatan yang mendasar tahfidzul Qur’an itu bagian dari ikhtiar kita untuk memahami Alquran yang tidak hanya hafal. Akan tetapi pelaksanaan dilapangan harus juga diikuti, tidak hanya teori namu  prakteknyapun harus dilakukan.

Beliau mengibaratkan Seperti cerita tentang kera memeluk buah kelapa dia bisa gembira dan senang bisa memeluk buah kelapa. Tapi dia tidak tahu kelapa itu isi dan manfaat kelapa itu untuk apa.  Kalau manusia paham buah kelapa bisa dinikmati, menyehatkan, mengandung minyak dan banyak manfaat lainnya. Oleh karena kita sebagai umat Islam harus paham memeluk, membawa Islam tidak hanya  menjadi rahmat tapi  juga harus diamalkan. Lakukan amal usaha itu sebagai representasi jiwa alam pikiran Islam.

Sementara ditegaskan “ Untuk pelayanan dari kru rumah sakit sebagai bagian dari spirit al-ma’un al-ma’un tidak mengenal agama suku, bangsa, ras, golongan organisasi, politik dan sebagainya,Dalam pelayanan tidak boleh diskriminasi” pesannya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Traffic at a Glance

Tampilan Halaman 69

Days in Range 30

Average Daily Pageviews 2

Dari Hasil Pencarian 23

IP yang unik 49

30 menit terakhir 0

Hari ini 1

Kemarin 1